KKP FIKOMBIS 2026 INTEGRASIKAN PRAKTIK MEDIA DAN KOMUNIKASI DESTINASI WISATA BERBASIS NILAI TAT TWAM ASI

Tabanan, 9 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis (FIKOMBIS) Universitas Dwijendra melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) selama dua hari, pada 8–9 Juni 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang komunikasi, media, dan pariwisata. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman lapangan yang memadukan observasi destinasi wisata, kunjungan industri media, serta seminar akademik yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata dan komunikasi saat ini.

Pada hari pertama, Senin (8/6), peserta KKP memulai kegiatan dengan mengunjungi objek wisata terkenal di Bali, yaitu Ulun Danu Beratan. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya dan lingkungan yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. Mahasiswa melakukan observasi mengenai strategi komunikasi destinasi, pengelolaan citra wisata, serta pengalaman wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Setelah melakukan kunjungan lapangan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Radio Republik Indonesia Singaraja untuk mempelajari praktik industri penyiaran dan komunikasi publik. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses produksi program siaran, pengelolaan konten media, serta peran radio sebagai media informasi, edukasi, dan pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan media digital.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan menginap di salah satu hotel di Singaraja. Pada malam harinya, mahasiswa dan dosen pendamping mengikuti kegiatan sharing session yang menjadi ruang diskusi dan refleksi atas pengalaman lapangan yang telah diperoleh selama kunjungan. Melalui sesi ini, peserta berbagi pandangan mengenai keterkaitan antara teori komunikasi yang dipelajari di kelas dengan praktik yang dijumpai di lapangan.

Memasuki hari kedua, Selasa (9/6), kegiatan KKP dipusatkan di The Blooms Garden melalui penyelenggaraan seminar bertema “From Content To Impact: Eksplorasi dan Implementasi Nilai Tat Twam Asi dalam Media dan Komunikasi Destinasi Wisata.” Seminar ini menjadi wadah akademik untuk membahas bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bali dapat diintegrasikan ke dalam strategi komunikasi dan pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Hadir sebagai narasumber pertama, Anak Agung Ngurah Satria Tenaya selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, yang menjelaskan pentingnya pengembangan komunikasi pariwisata berbasis budaya lokal. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa nilai Tat Twam Asi, yang mengajarkan sikap saling menghormati dan menghargai sesama, dapat menjadi landasan dalam membangun komunikasi destinasi yang humanis dan berorientasi pada keberlanjutan.

Sementara itu, narasumber kedua, I Made Sukarata selaku Humas The Blooms Garden, memaparkan pengalaman praktis dalam mengelola destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, pelayanan wisata, dan pelestarian nilai budaya Bali. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik fisik, tetapi juga oleh kemampuan mengomunikasikan nilai dan pengalaman yang bermakna kepada wisatawan.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan para praktisi. Berbagai isu terkait media digital, promosi destinasi wisata, serta implementasi nilai budaya lokal dalam strategi komunikasi menjadi topik utama yang mendapat perhatian peserta.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Profesi, seluruh peserta dan narasumber melaksanakan sesi foto bersama di ikon utama The Blooms Garden. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan kegiatan yang tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya sinergi antara media, komunikasi, budaya, dan pariwisata dalam menghadapi tantangan industri kreatif di masa depan.

Melalui kegiatan KKP ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan profesional, meningkatkan kemampuan observasi lapangan, serta memahami penerapan nilai-nilai lokal dalam praktik komunikasi dan pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Scroll to Top