Denpasar, 23/11/2023 | Dalam menghadapi dinamika keilmuan bidang analisis data pada dunia riset ilmu komunikasi ,Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Dwijendra University menggelar kuliah umum bagi mahasiswa dan dosen dengan mengusung tema “Analisis Media dan Jaringan Komunikasi dalam Riset Komunikasi“.Dosen tamu yang dihadirkan sebagai nara sumber Dr Catur Suratnoaji,M.Si, Dekan FISIP Universitas Pembangunan Nasiona (UPN) “Veteran” Surabaya, Rabu ( 22/11/2023), di Aula Udyana Shanti Yayasan Dwijendra Denpasar

Kuliah Umum dibuka oleh Rektor Dwijendra University Prof Dr. Ir. Gede Sedana,M.Sc.,M.M.A. Dalam kata sambutannya rektor mengingatkan bahwa para akademisi dan mahasiswa agar memanfaatkan media sosial sebagai salah satu wahana mencari informasi guna memperkaya khasanah keilmuan dan pengembangan materi pembelajaran. Namun perlu diperhatikan kredibilitas sumber informasinya, periksa asal sumber informasinya dan disiplin melakukan verifikasi. Hal ini penting agar kita tidak berpijak dan menyebarkan informasi dari sumber yang tidak kredibel” ujarnya.
Saat ini, analisis big data telah menjadi alat penting bagi organisasi dari semua ukuran di berbagai industri. Dengan memanfaatkan kekuatan big data, organisasi dapat memperoleh wawasan tentang pelanggan, bisnis, dan telaah dunia di sekitar mereka yang sebelumnya tidak mungkin bisa dilakukan.

Dr Catur menjelaskan dengan mengutip pendapat Kaplan dan Haenlein (2018), bahwa yang dimaksud dengan big data adalah kumpulan data yang ditandai dengan sejumlah data yang besar, data yang sering diperbarui (velocity) dalam berbagai format seperti numeric, tekstual, atau gambar / video yang variatif
“Terdapat beberapa manfaat big data media sosial yakni : (1) untuk membantu memahami demografi khalayak (seperti jenis kelamin,usia, pendidikan, pekerjaan, lokasi dan lainnya (2) membantu memahami respon khalayak dengan cepat (3) membantu membuat keputusan dan kebijakan , dan (4) dapat membantu memprediksi suatu fenomena tertentu. Untuk itu dalam penelitian berbasis big data, peneliti harus mempunyai sekurangnya tiga kemampuan yang mumpuni yaitu: kemampuan mengenal data (data aware), kemampuan menganalisis dan mengolah data,” tandas Dr Catur yang juga sebagai dosen pada prodi Ilkom FISIP UPN Veteran Surabaya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa metode riset tradisional seperti teknik survei tidak mampu lagi digunakan dalam menganalisis data yang tersebar di media sosial dengan beragam jenis dan tingkat kecepatannya. Karena itu metode big data menjadi solusi untuk melakukan riset data yang berkapasitas besar. Demikian pula metode big data telah menjadi pilihan saat ini, karena sifatnya real time, dibandingkan dengan metode survei yang membutuhkan waktu yang lama
Sementara itu Drs I Made Sutika M.Si, Dekan FikomBis yang juga memandu berlangsungnya kegiatan kuliah umum, mengatakan bahwa “kuliah umum dengan materi big data ini sangat menarik bagi kalangan milenial dan masih tergolong baru dalam dunia riset. Dengan mengasah keterampilan dibidang big data maka akan memberi keunggulan kompetitif dalam pengambilan keputusan, karena keputusan diambil berdasarkan analisis data dan bukan hanya berdasarkan intuisi.
“Mendatangkan dosen tamu untuk memberi kuliah umum sangat penting karena akan memberi wawasan baru, perspektif alternatif, pendapat dan pengalaman pribadi dari ahli dibidang tertentu untuk tranformasi ilmu kepada mahasiswa, sehingga dapat memberi nilai tambah bagi lulusan” ujar Kaprodi Ilkom Nyoman Ciptadewi, S.I.Kom.,M.I.Kom saat ditanya Tim Pubdok FikomBis.

Kuliah umum yang mendapat atensi antusias ini, diikuti 95 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen FikomBis ini berlangsung dari pukul 19.00 sd 21.00 wita dengan rundown kegiatanya diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, doa, penandatanganan PKS dan IA antar dekan, penyerahan kenang-kenangan, sambutan pembukaan oleh rektor, kuliah umum, diskusi serta foto bersama sebagai penutup acara kuliah umum (timpubdokFikombis)